Warga RW 05  Agrowisata Pekanbaru dan  KAI MoU Budidaya Tanaman Porang

Senin, 15 November 2021 | 13:17:33 WIB
Wali Kota Pekanbaru Firdaus melakukan penanaman perdana tanaman porang di Agrowisata Rumbai Barat.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Masyarakat RW 05 Kelurahan Agrowisata Rumbai Barat dan CV. Konjac Anugerah Indonesia (KAI) melakukan kerja sama dalam budidaya  tanaman porang.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan langsiung oleh Wali Kota Pekanbaru Firdaus  serta sejumlah pejabat pemerintah Kota Pekanbaru. 

Dalam kesepakatan ini, Pihak CV Konjac Anugrah Indonesia menyediakan bibit katak porang gratis berkualitas, sementara pihak masyarakat RW 05 bertanggungjawab dalam menanam, merawat tanaman porang yang akan diberikan edukasi secara berkala oleh pihak penyedia bibit dengan pemanfaatan pupuk organik. Informasi dari pihak penyedia bibit bahwa budidaya tanaman porang 1 musimnya dapat berdurasi 6 hingga 8 bulan. 

Walikota Pekanbaru Firdaus menyambut baik yang dilakukan oleh pihak CV. KAI dan mengajak masyarakat untuk mengambil potensi ini. 

Dalam paparannya, wali kota menyebutkan,  potensi porang yang mampu dikelola dalam satu tahunnya di Provinsi Riau ada di angka 16.000 ton (dengan asumsi panen 2 kali dalam setahun/ rata-rata hasil panen per musimnya 8.000 ton).

Firdaus menyebut ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat Pekanbaru, utamanya bagi warga RW 05 Kelurahan Agrowisata yang telah memiliki Kerjasama dengan penyedia bibit.
“Mari manfaatkan angka-angka fantastis ini, mari kita ambil kesempatan ini,” ucap Walikota Pekanbaru Datuk Bandar Setia Amanah dalam arahanya.

Lebih lanjut Wali Kota Pekanbaru dua periode ini menegaskan, masyarakat tidak usah ragu tentang keberlanjutan komoditas porang. Dengan adanya Kerjasama ini maka akan memangkas biaya penjualan.

"Biasanya petani porang harus menjual komoditasnya ke Jawa. Biaya transportasinya lebih mahal, sekarang pabriknya ada di sini," ungkap Firdaus.

Diharapkan Walikota, komoditas ini bukan hanya sebatas tren namun mampu menambah pundi-pundi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala DInas Ketapang Pekanbaru, Alek Kurniawan mengungkapkan, tanaman porang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan dan dibudi dayakan, karena punya peluang yang cukup besar untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Dijelaskan Alek, data statistik dari catatan Badan Karantina Pertanian menyebutkan bahwa ekspor porang sejak tiga tahun lalu tepatnya pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai Rp 11,31 miliar ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan lain sebagainya. 

Dia juga menambahkan, bahwa Kota Pekanbaru selama ini identik bukan sebagai  daerah sentra produksi dan ini adalah ciri khas dari sebuah kota metropolitan dimanapun. 

Pasokan bahan makanan ke kota Pekanbaru dominan datang dari luar daerah. 

Namun hal tersebut bukan berarti kota Pekanbaru tidak dapat memproduksi tanaman pangan.(R06)
 

Terkini